Selasa, 05 Agustus 2008

Profil Tim Fregat

BIODATA TIM FREGAT
INSURANCE COMPETITION

NAMA : REZA RAMADHANA (Ketua TIM)
TTL : JAKARTA, 24 APRIL 1988
KULIAH : MAHASISWA STEKPI ANGKATAN 2006
JURUSAN : S1 MANAJEMEN REGULER

NAMA : SANDERA PARARINO (anggota)
TTL : JAKARTA, 1 MEI 1988
KULIAH : MAHASISWA STEKPI ANGKATAN 2006
JURUSAN : S1 MANAJEMEN REGULER

NAMA : ZILDA AYU RAMADIA (anggota)
TTL : JAKARTA, 17 APRIL 1988
KULIAH : MAHASISWA STEKPI ANGKATAN 2006
JURUSAN : S1 MANAJEMEN REGULER

NAMA : RIESKIA FITRYANINGSIH (anggota)
TTL : JAKARTA, 27 MEI 1988
KULIAH : MAHASISWA STEKPI ANGKATAN 2006
JURUSAN : S1 MANAJEMEN REGULER

Essay Insurance Competition

Perkembangan Asuransi di Indonesia

Dalam perekonomian Indonesia yang saat ini sedang bergejolak, tentu saja jelas menimbulkan ketidakpastian atau resiko dimana saja terutama resiko yang berada di barang, uang, dan orang. Seperti ilmu ekonomi yang merupakan ilmu tentang usaha menciptakan kesejahteraan manusia, Maka pertanggungan atau langkah preventif dalam mempertahankan kesejahteraan itu sangat diperlukan saat ini. Maka dari itu keberadaan Asuransi di Indonesia sebagai media pertanggungan dalam menghindari resiko harus lebih diperhatikan lagi.
Kehidupan manusia yang semakin maju, membuat manusia saat ini lebih berpikir kritis dalam menghadapi dan mempersiapkan masa depannya serta mengurangi resiko hidup dan barang-barang yang dimiliknya. Banyak pertanyaan akan kehidupan manusia di masa datang, apakah masa tua mereka sudah terjamin, apakah anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang terbaik, apakah property/barang-barang yang dimiliknya dapat menjadi sebuah asset yang bernilai. Pertanyaan-pertanyaan itu memuncak disaat ketidakpastian ekonomi menjadi suatu masalah global, inflasi yang tidak terkendali, kriminalitas yang terus merajalela, atau bencana alam yang semakin sering terjadi saat ini. Maka manusia mencari suatu jawaban akan kepastian ekonomi mereka di masa depan dengan melihat ketidakpastian ekonomi yang mereka alami saat ini. Dan asuransi lah menjadi jawabannya.
Asuransi adalah media dimana terjadi pengalihan resiko dari tertanggung kepada penanggung dengan disertai pembayaran premi (harga untuk pertanggungan). Dengan memiliki asuransi, seseorang telah mengalihkan resiko yang mungkin dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar menjadi kerugian yang minimum. Contohnya: Tuan A mengasuransikan mobilnya dengan membayar premi Rp 100.000 per bulan, ternyata di kemudian hari mobil Tuan A mendapat kecelakaan yang mengakibatkan beberapa bagian mobil itu harus diganti dan kira-kira menghabiskan dana Rp 35.000.000. Tentu saja itu merupakan kerugian yang cukup besar, tetapi karena Tuan A memiliki asuransi yang harus dia bayar hanya Rp 100.000 (sebagai harga untuk pertanggungan/premi) dan selebihnya asuransi yang menghandle pembayaran service mobil itu.
Asuransi saat ini tidak hanya berkutat pada asuransi jiwa/kecelakaan saja. Tetapi perusahaan-perusahaan asuransi telah mengembangkan berbagai produk asuransi sesuai dengan kebutuhan akan jaminan financial seseorang yang berbeda-beda. Diantaranya adalah asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi hari tua/pensiun, asuransi Dwi Guna, asuransi plus investasi, asuransi plus reksadana, asuransi kendaraan bermotor, asuransi bencana alam, asuransi kebakaran, dan yang berkembang saat ini asuransi kebanjiran. Walaupun sudah banyak produk-produk asuransi ini, ternyata belum terlalu memenuhi kebutuhan masyarakat akan resiko-resiko yang mungkin dihadapi. Asuransi harus lebih mengembangkan produk-produk yang lebih inovatif dan mendekatkan diri kepada masyarakat agar asuransi dapat lebih berkembang karena merupakan salah satu aspek utama dalam perekonomian Indonesia.

Asuransi berkembang cukup pesat di Indonesia, terbukti dari banyaknya perusahaan asuransi dalam maupun luar negeri yang bersaing di pasar. Tetapi sampai saat ini animo masyarakat terhadap asuransi masih hanya sekitar 40%-55% saja orang yang memiliki asuransi dari total masyarakat Indonesia. Tentu saja ini masih merupakan pangsa pasar yang luas yang perlu didorong peningkatan kepemilikan asuransi karena selain sebagai jaminan masa depan akan resiko ketidakpastian ekonomi, asuransi juga berperan aktif dalam mendorong roda perekonomian Indonesia.
Kenapa Asuransi dapat mendorong roda perekonomian Indonesia? Jawabannya karena perkonomian Indonesia mempunyai tiga pilar ekonomi nasional yang terdiri dari perbankan, pasar modal, dan asuransi. Tetapi saat ini hanya perbankan dan pasar modal yang menjadi tulang punggung ekonomi. Padahal dana-dana di perbankan dan pasar modal tidak dapat digunakan untuk pembiayaan infrastruktur pemerintah dalam jangka panjang, dana-dana itu hanya dapat digunakan untuk pembiayaan jangka pendek. Sehingga pemerintah pun tidak akan sanggup menangani pembiayaan infrastruktur apalagi menambah infrastruktur-infrastruktur pembangunan untuk negara ini. Maka dengan adanya asuransi sebagai sumber pembiayaan jangka panjang, seharusnya lebih dapat diandalkan dalam pembiayaan infrastruktur pemerintah. Antara ketiga pilar ekonomi ini sebenarnya mempunyai sindikasi mutualisme yang sangat dekat dimana dana-dana yang dihimpun oleh asuransi melalui pembayaran premi dapat ditempatkan pada berbagai produk investasi di pasar uang dan pasar modal, dengan pembelian produk investasi oleh perusahaan asuransi secara tidak langung merupakan bentuk partisipasi dalam menyediakan dana sebagai penggerak roda perekonomian tidak hanya dalam skala mikro tetapi juga skala makro.
Saat ini tingkat pertumbuhan kepemilikan asuransi di Indonesia pertahun hanya sekitar 3%. Berarti ini menunjukkan indikasi masyarakat belum percaya ataupun belum sadar pada pentingnya kepemilikan asuransi dan juga adanya ketimpangan perkembangan sektor riil yang semakin terpuruk dan sektor keuangan yang menjadi andalan. Masalah apakah yang terjadi pada dunia perasuransian Indonesia saat ini? Nampaknya salah satu jawabannya adalah mahalnya pembayaran premi asuransi karena orang-orang umumnya lebih mementingkan makan dan kebutuhan hariannya daripada bayar premi, ada lagi masalah karena agen-agen asuransi tidak profesional atau meninggalkan pelanggan setelah membayar premi, susahnya mencairkan claim asuransi (claim banyak ditolak) sehingga para pemegang polis merasa kecewa, Produk-produk asuransi yang kurang inovatif dan sulit dimengeri para klien, jarangnya iklan dan edukasi tentang asuransi sehingga masyarakat memandang sebelah mata akan keberadaan asuransi, asuransi Indonesia lebih mementingkan orang-orang kaya saja (middle up) sehingga pasar yang harusnya dapat diraih terabaikan. Pemerintah sampai saat ini terlihat berdiam diri menambah tidak adanya perkembangan asuransi. Dari data diatas ternyata banyak juga masalah-masalah di dalam persuransian di Indonesia dan harus dicarikan jalan keluarnya agar industri asuransi dapat lebih maju.
Bagaimana cara memajukan industri di Indonesia?! Hal pertama yang harus diperhatikan adalah aspek-aspek dalam masyarakat seperti kebiasaan dan pola hidup masyarakat itu sendiri. Saat ini masyarakat Indonesia lebih condong memilih investasi daripada asuransi karena memberikan keuntungan yang lebih nyata. Dan untuk merubah pola pikiran seperti tentu tidak mudah atau dapat dilakukan dalam waktu singkat. Tetapi itu tentu saja dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:
1. Perusahaan asuransi harus mengadakan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan berbagai bidang terutama perusahaan yang mempunyai resiko yang sangat besar
2. Perusahaan asuransi harus mengeluarkan produk-produk yang inovatif yang cocok untuk semua kalangan bukan untuk kalangan atas saja sehingga pangsa pasar asuransi dapat menjangkau semua kalangan
3. Melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya asuransi
4. Memperbanyak iklan di berbagai media cetak maupun elektronik
5. Ikut serta dalam mendukung berbagai acara baik untuk kalangan swasta, pemerintah, maupun anak muda sehingga asuransi dapat mendekatkan diri di hati setiap kalangan
6. Mendidik sumber daya manusia yang berkualitas dalam menjalankan bisnis asuransi
7. Bekerjasama dengan pemerintah dalam mengkampanyekan bahwa asuransi itu penting, mudah, dan ringan untuk dimiliki
Dan berbagai cara lain yang dapat ditempuh dalam mengembangkan dan memajukan industri asuransi di Indonesia. Yang tentu saja akan lebih dijabarkan dalam beberapa rancangan strategi pemasaran polis asuransi.
Dengan berbagai strategi pemasaran yang tepat, kesabaran, kerjasama yang baik dengan para mitra, kerja keras yang tidak kenal lelah akan membuat masyarakat lebih menyadari akan pentingnya memiliki asuransi terutama untuk dirinya sendiri, dan dapat membuktikan bahwa memiliki asuransi bukan untuk merugikan seseorang tetapi memberikan keuntungan yang sama besarnya dengan memiliki investasi. Sehingga akan tercipta keseimbangan antara sektor riil dan sektor keuangan bagi negara ini.
Apabila semua masyarakat telah menyadari pentingnnya asuransi minimal 80% dari total penduduk di Indonesia, tentu saja akan membuat roda perekonomian Indonesia akan terus berjalan, pembiayaan infrastruktur negara menjadi terjamin, pasar uang dan pasar modal di Indonesia mendapat sokongan dana yang kuat, dan akan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera karena perencanaan masa depan yang baik. Sehingga hasil akhirnya Indonesia akan menjadi negara yang kuat dalam perekonomian, tidak terlilit hutang lagi, dan memiliki rakyat yang sejahtera dengan kehidupan yang lebih baik.

Marketing Plan TIM Fregat

MARKETING PLAN DANASISWA


Sekarang dunia asuransi semakin berkembang karena semakin banyaknya asuransi yang menawarkan keuntungan ganda seperti pensiun, tabungan, dan lainnya. Tetapi kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi masih kurang merata dikarenakan banyak masyarakat menengah yang notabennya sangat membutuhkan asuransi masih ragu karena belum mengetahui apa itu asuransi dan apa keuntungan yang kita dapat bila memiliki asuransi. Informasi tentang asuransi masih belum tercapai kesasarannya dan dilihat dari segi pemasarannya kebanyakan perusahaan asuransi memakai distribusi agency. Strategi dengan distribusi agency sudah cukup berhasil tetapi penyebaran agen masih kurang merata. Salah satu cara lain adalah direct marketing, strategi ini juga tidak bisa mencapai target dan boros biaya karena memerlukan banyak pegawai yang tentu saja meningkatkan biaya operasional. Kenapa tidak perusahaan asuransi memakai advertising marketing yang menurut kami lebih efektif.

Jadi kami membuat beberapa strategi baru untuk pemasaran polis asuransi danasiswa yang pertama adalah advertising marketing yang terdiri dari:

Commercial Media Marketing
1. Membuat acara-acara televisi yang dimana perusahaan asuransi menjadi sponsor utama. Kalau di dunia perbankan ada Gebyar BCA atau Britama Show, dari contoh kedua acara yang berbasis musik ini banyak sekali konsumen yang mendapat infomasi dari acara tersebut seperti informasi layanan-layanan dari kedua bank tersebut dan masyarakat terpacu untuk menabung. Maka kenapa tidak perusahaan asuransi membuat acara seperti diatas yaitu ”BRING IN LIFE booom!!” yang menampilkan artis dan band papan atas Indonesia. Dengan begitu masyarakat khususnya para pelajar akan memperoleh informasi tentang asuransi dan khususnya asuransi danasiswa oleh karena itu acara ini lebih baik diselenggarakan secara mingguan pada jam tayang sore hari disesuaikan dengan jam pulang anak-anak sekolah. Dengan intensitas penayangan yang tinggi maka diharapkan masyarakat akan lebih mengerti tentang asuransi dan sadar bahwa memiliki asuransi adalah suatu kebutuhan.
2. Membuat talkshow yang membahas asuransi danasiswa dengan durasi 30 menit, Dengan mendatangkan artis-artis muda pengguna asuransi, dengan judul ”My future is safety”. Acara ini berguna untuk mengedukasi pasar akan manfaat asuransi danasiswa dan sebagai media komunikasi (sharing) akan kelebihan dan kekurangan asuransi yang mereka miliki.
3. Memperbanyak iklan edukasi asuransi di media cetak dan elektronik yang dilakukan berulang kali penayangannya.
4. Membuat tagline pada asuransi “banyak anak banyak rejeki bersama danasiswa”
5. menampilkan icon pada asuransi danasiswa dengan keluarga bahagia Indy barens

Sponsorship Advertising
1. Perusahaan asuransi dapat pula mensponsori acara-acara besar yang diselenggarakan. Seperti mensponsori liga-liga olahraga yang diseleggarakan ditanah air. Seperti AIG insurance yang berani mensponsori klub sepakbola sebesar Manchester united, kenapa perusahaan asuransi di Indonesia belum terlihat ketertarikannya untuk ikut mensponsori dunia olahraga. Padahal dunia olahraga adalah dunia yang sangat perlu diperhatikan dan merupakan pasar yang besar untuk perusahaan asuransi. Maka kita dapat membuat acara ”liga basket BRINGINLIFE” ataupun ”BRINGINLIFE competition football”.
2. Mensponsori acara talent show seperti idola cilik, abang none cilik.
3. Mensponsori acara-acara yang diadakan di kampus-kampus khususnya yang berhubungan dengan edukasi-edukasi asuransi. Ini akan menjadi alat edukasi yang efektif karena mahasiswa saat ini sangat peduli dengan masa depannya dan dengan mereka mengetahui manfaat asuransi lebih mendalam, mereka pasti akan memiliki kesadaran untuk ikut berasuransi yang menunjang masa depan hidup mereka yang lebih baik. Kita dapat membuat acara “Insurance Competition” atau “Insurance goes to Campus”
4. Mengadakan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak, dengan tema ”Dengan Asuransi Kugapai Cita-citaku”. Dan hadiah yang diberikan berupa asuransi pendidikan
5. Mengadakan acara musik ke berbagai kota besar dan ditayangkan secara rutin di stasiun TV. Acara itu dapat dinamakan ”MUSIC from The Heart with BRINGINLIFE”. Sehingga brand dari asuransi dapat lebih dikenal masyarakat
6. Mensponsori acara-acara yang diadakan perusahaan swasta dan pemerintahan baik besar maupun kecil, agar pembangunan sector riil dapat meningkat.

Setelah tahap advertising, tahap kedua yang perlu dilakukan adalah Education of Insurance. Suatu perusahaan asuransi perlu mengadakan edukasi-edukasi tentang asuransi agar masyarakat terutama masyarakat awam mengetahui tentang manfaat asuransi. Selama ini banyak masyarakat menganggap asuransi itu sulit, asuransi itu mahal, dan image perusahaan asuransi yang buruk, maka itu harus segera dihapuskan. Edukasi-edukasi sangat penting dilakukan untuk menambah pengetahuan masyarakat dan secara tidak langsung dapat menghapus image yang buruk itu.

Edukasi-edukasi yang diperlukan :
1. Memakai motto “easy life with insurance”, diharapkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan asuransi akan meningkat, karena asuransi akan memudahkan masyarakat dalam merencanakan kehidupannya, karena asuransi bersifat jangka panjang dan masyarakat tak perlu khawatir dengan prosedur apabila bergabung dengan asuransi. Dalam motto ”easy life with insurance” harus disisipkan kata-kata ”anda jujur kami percaya” maksudnya klien mengklaim sesuatu dengan jujur tanpa azaz manfaat maka perusahaan akan menggantinya dengan cepat dan tanggap. Adakan edukasi-edukasi di lingkungan perkantoran dan kalu bisa sampai menyentuh lingkungan kelurahan ini akan bisa menghapus image buruk terutama di masyarakat awam
2. Mengedukasi para masyarakat dengan ”insurance is cheap”. Masyarakat menganggap asuransi itu mahal, mungkin image ini terbentuk dari iklan-iklan perusahaan asuransi yang mengambil tema asuransi barang-barang mewah. Sebetulnya masyarakat middle lebih membutuhkan asuransi karena mereka tidak terlalu mempunyai banyak uang simpanan untuk kejadian atau musibah yang mendadak jadi betapa baiknya jika mereka diberi ruang asuransi yang murah dalam pembayaran premi dengan manfaat yang besar. Edukasi yang diperlukan dengan cara membuat iklan asuransi dimedia televisi yang bercerita tentang ”sopir angkot yang mengasuransikan angkotnya apabila angkotnya hilang atau terjadi tabrakan, dapat langsung diganti oleh perusahaan asuransi hanya dengan membayar premi yang terjangkau sesuai dengan kemampuannya.

Strategi ketiga dengan CSR(Corporate social resposibility). CSR adalah suatu taktik marketing yang lagi populer saat ini dan bersifat social. Contoh nyata dari aplikasi CSR ini terlihat pada perusahaan Starbucks ketika Starbucks membuatkan 10.000 hektar perkebunan kopi di Aceh, itu bersifat sosial tetapi Starbucks bisa meningkatkan profitnya. Starbucks bisa mendapat hasil kopi yang berkualitas. CSR bukan hanya mengarah kedalam eksistensi perusahaan tetapi dapat pula meningkatkan profit perusahaan dan ini bisa jadi taktik marketing yang ampuh.
Ada beberapa penerapan CSR yang menurut kami sangat baik untuk perusahaan asuransi, dapat dilihat di bawah ini :

Penerapan CSR untuk perusahaan asuransi
1. Perusahaan mengadakan CSR dalam bentuk penyemprotan nyamuk demam berdarah disekolah-sekolah SD, SMP, SMA dengan tema ”asuransi peduli demam berdarah”. CSR semacam ini tidak hanya mengkedepankan aspek sosial tetapi ada aspek profitnya seperti berkurangnya klaim yang mengalami sakit demam berdarah, itu menguntungkan bagi perusahaan asuransi tersebut karena tidak harus membayar klaim untukrumah sakit.
2. Memberikan beasiswa ”Insurance scholarship” di sekolah-sekolah tinggi asuransi untuk para agen-agen asuransi yang belum punya basic asuransi maupun para siswa-siswi berbakat untuk memperoleh pendidikan asuransi yang pada akhirnya menghasilkan profit bagi perusahaan asuransi karena banyaknya tenaga ahli asuransi yang tersedia dan berkualitas.
3. Mengadakan kampanye anti merokok, dengan penyuluhan dari kampus ke kampus, kantor, tempat hiburan, mall, dan sekolah-sekolah. Perusahaan asuransi bisa mensponsori acara ini tetapi juga mendapat keuntungan karena menciptakan image yang baik bagi perusahaan. Kita dapat membuat dengan format ”Bring your Life without ciggarate”.
4. Penarapan ke tujuh ini lebih pas bila disebut BSR (brand social responsibility) karena konsep BSR ini menerapkan penekanan merek pada produk asuransi. Perusahaan asuransi harus menunjukan kepeduliannya pada bencana alam yang terjadi di Indonesia, misalnya perusahaan asuransi memberikan polis pendidikan kepada para korban bencana alam secara gratis dan polis yang diberikan adalah “disaster insurance”. Itu akan menolong anak-anak mereka bila terjadi bencana lagi mereka dapat melanjutkan sekolah layaknya anak-anak lainnya.
5. CSR yang ditujukan untuk pada guru ”Insurance 4 greatest future”, maksudnya asuransi pensiun dengan polis yang lebih murah. Ini membuat perusahaan asuransi Lebih mempunyai social capability karena menghargai jasa-jasa guru.

Strategi keempat dapat dengan Gethoc to Lar (word of mouth)

Gethoc to Lar (word of mouth)
Walaupun menurut kami advertising marketing sangat penting, tetapi cara word of mouth cukup efektif untuk meningkatkan penjualan polis asuransi danasiswa kami akan menerapkan beberapa cara untuk meningkatkkannya, yaitu :
1. Menggunakan prinsip rumah makan padang ”bila anda puas ceritakan pada orang lain dan bila anda kurang puas ceritakan pada kami agar kami bisa mengkoreksi diri”. Maka setiap bulan diadakan pertemuan dengan para nasabah, untuk mendapat saran dan kritik dalam peningkatan mutu pelayanan asuransi.
2. Memakai startegi MLM(multi level marketing) bila pelanggan tersebut mengajak orang lain mempunyai asuransi di akan mendapat komisi/hadiah dari polis tersebut. Jadi tidak harus menjadi agen untuk mendapatkan komisi/hadiah.

Strategi kelima dengan Motivating agent concept

Motivating agent concept
Yakni strategi untuk memotivasi para agen agar bekerja lebih baik, yang terdiri dari :
1. memberikan insentif, bonus dan hadiah kepada agen yang menjual banyak polis agar mereka bersemangat menjual polis tersebut dan pastinya setiap agent akan mengincar reward tersebut.
2. Memberikan penghargaan bagi agen terbaik bagi agen yang penjualannya tertinggi seperti paket liburan atau paket asuransi buat keluarganya, dll




strategi keenam adalah Insurance with Corporate

Insurance with Corporate
Strategi ini merupakan peningkatan kerjasama antara perusahaan asuransi dengan perusahaan-perusahaan lain, seperti:
1. Bekerjasama dengan Bank-Bank nasional dalam meciptakan produk asuransi plus tabungan atau asuransi plus investasi yang menguntungkan nasabah. Jadi nasabah sudah langsung mendapat 2 kemudahan.
2. Bekerjasama dengan biro perjalanan yang dikhususkan bagi anak-anak sekolah yang ingin berkarya wisata juga pada saat liburan sekolah dan ingin bepergian dalam jangka waktu lebih dari seminggu akan mendapatkan jaminan perjalanan. Dengan produk ”Insurance easy Go”
3. Bekerjasama dengan rumah sakit untuk kemudahan klaim dan merekrut nasabah-nasabah baru yang baru sembuh dan juga pada anak-anak bayi yang baru melahirkan untuk ditawarkan asuransi dengan ”Insurance to Hospital”

Dan setelah yang terpapar diatas berjalan, perusahaan asuransi danasiswa harus senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanannya, dengan cara:
Peningkatan sistem informasi dan data base nasabah, sehingga claim dari nasabah dapat diakses secara cepat
Mengadakan training untuk para agen agar lebih berkualitas
Mempunyai Asuransi Customer Care, sehingga keluhan dan saran dari pelanggan dapat segera diterima dan diperbaiki
Memberikan reward bagi agen yang berprestasi dan sanksi bagi agen yang nakal
Perekrutan agen-agen baru asuransi yang lebih hati-hati
Menciptakan citra positif bagi perusahaan dengan CSR dan meraih ISO yang menjamin kualitas perusahaan
Menambah cabang perusahaan dan kenyamanan perusahaan itu sendiri dengan gedung yang bagus, letak yang strategis, dan desain yang menarik. Sehingga para nasabah merasa aman, nyaman, dan mudah menjangkau perusahaan itu untuk mengajukan klaim.

Salesplan Tim Fregat

Sales Plan For Education Insurance


Setelah kita membuat marketing plan, maka kita harus mempuat strategi-strategi penjualan atau sales plan. Dan untuk produk polis pendidikan ini kita membuat suatu terobosan baru dalam bidang penjualan polis dengan diberi nama ”ARIIISAN” kepanjangan dari AuRansI pendIdIkan maSa depAn aNak.

Langkah pertama kita membuat analisis SWOT tentang produk dan kredibilitas perusahaan (BRIngin LIFE/Bank BRI). Maka inilah hasil analisis SWOT kami:
S (Strenght) : BRI merupakan bank pemerintahan yang dijamin tidak akan ditutup/dilikuidasi sehingga akan terasa nyaman untuk berasuransi di BRIngin LIFE dan produk yang ditawarkan jelas.
W (Weakness) : Kurangnya strategi untuk memasarkan product asuransi dibanding dengan perusahaan asuransi dari dalam negeri ataupun luar negeri lainnya.
O (Opportunity) : Dapat menjadi perusahaan asuransi yang terbaik didalam negeri dengan melakukan pendekatan kepada nasabah dan masyarakat, peluang terbaik ini Dikarenakan BRIngin LIFE yang merupakan bagian dari Bank Rakyat Indonesia, sehingga asuransi bisa lebih dekat kepada rakyat dan bisa menyentuh kalangan menengah kebawah.
T (Threat) : Product BRIngin LIFE ini akan menjadi ancaman jika kita kurang bisa melakukan pendekatan yang intensif dan kurang memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa asuransi tidak hanya milik orang-orang kalangan menengah keatas saja melainkan orang-orang menengah kebawah juga memerlukan asuransi

Lalu kita membuat analisis SWOT dari tim penjualan (TIM FREGAT), dan inilah hasilnya:
S (Strenght) : Kelompok Fregat adalah tim yang kompak, memahami konsep marketing yang baik, dan selalu termotivasi untuk menjadi kelompok yang terbaik dalam memasarkan produk polis asuransi. Kita juga mempunyai link yang banyak yang menjanjikan dalam perekrutan nasabah
W (Weakness) : Waktu yang terbatas dan kesibukan kuliah.
O (Opporunity) : Dengan mengikuti insurance competition ini kami berpeluang menambah ilmu dan pengalaman dalam asuransi.
T (Threats) : Banyak orang yang tidak menyadari akan pentingnya asuransi, dan para kompetitor (kelompok lain)


Dalam sales plan , langkah kedua kami membuat cara-cara penjualan yang inovatif. Yaitu dengan cara produk asuransi pendidikan ini di pasarkan secara door to door. Cara ini yang paling memungkinkan di karenakan target pasar kita adalah orang yang berkeluarga yang telah mempunyai anak. Karena sebagai orang tua mereka sibuk bekerja dan tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan anak-anaknya, sehingga perusahaan asuransi memberikan problem solving merencanakan pendidikan anak-anak mereka dalam bentuk perlindungan dari aktifitas keseharian mereka dalam belajar.

Cara penjualannya, kita menawarkan langsung kepada orang tua anak-anak. Kita akan menawarkkan asuransi ini disaat-saat berkumpulnya suatu keluarga seperti arisan keluarga, arisan ibu-ibu, darma wisata kantor-kantor, reuni akbar suatu sekolah, juga di komunitas-komunitas seperti :
1. TIGER HONDA CLUB.
2. AXIC (avanza xenia indonesia club).
3. TKCI dan komunitas lainnya.

Kami akan menawarkan polis asuransi dengan premi yang terjangkau, tidak hanya menawarkan produk tetapi juga memberikan edukasi betapa pentingnya asuransi untuk masa depan anak-anak mereka dengan kondisi yang tidak menentu di negara kita seperti bencana alam yang sering melanda negara kita.

Langkah ke tiga, kita membuat prioritas langkah-langkah penjualan. Yang terdiri dari:
1. Kita mengumpulkan database orang-orang yang berprospek
2. Kita menghubungi dan membuat janji untuk bertemu
3. Kita ikut serta dalam perkumpulan-perkumpulan (arisan, pengajian, darmawisata, reuni, dll)
4. Memberikan edukasi mengenai asuransi kepada calon nasabah dan menawarkan asuransi dana siswa BRIngin life.
5. Apabila calon nasabah setuju ikut serta menjadi nasabah dana siswa, kita memberikan form pendaftaran yang harus diisi nasabah dan sebagai hadiahnya kita memberikan CD TOP 40 compilation yang berisi lagu-lagu terbaik.
6. Apabila calon nasabah tidak tertarik saat ini untuk mengikuti asuransi dana siswa, maka kita harus tetap menjaga hubungan baik. Bila sewaktu-waktu calon nasabah berubah pikitran dan berminat mengikuti asuransi dana siswa, ia akan mmudah menghubungi kita/bringin life
7. pantang menyerah



Langkah ke empat, apabila program ARIIISAN itu gagal, maka kami sudah membuat rencana cadangan yaitu dengan nama pogram ”BLOGinLIFE”.
Cara penjualan dengan cara E-commerce, yaitu :
1. dengan membuat blog di internet.
2. mengirimkan brosur-brosur dengan e-mail.
3. mendaftarkan ke pogram periklanan internet seperti adsence By google

Strategi ini sangat efisien karena minim biaya apalagi di zaman Globalisasi fasilitas-fasilitas intenet sudah sangat cangguh seperti WI-FI disemua area-area perkantoran, tempat keramaian, cafe-cafe, dan di universitas-universitas. Cafe-cafe adalah tempat yang paling banyak di kunjungi walaupun hanya sekedar untuk bersantai, menghabiskan waktu dengan browsing internet dan menjadikan peluang bagi kita untuk memanfaatkannya dengan mengunjungi website, blog yang kami buat diharapkan nantinya mereka akan membaca dan tertarik dengan cerita-cerita dari blog kami dan penawaran yang nantinya kami berikan.
Target pelanggan yang kami harapkan adalah mereka-mereka yang tidak mempunyai waktu untuk bertemu dikarenakan sibuk. Jadi kita memanfaatkan Blog, email, fasilitas messenger bagi mereka yang mempunyai hobby dalam bidang internet.

Dari rencana strategi penjualan polis asuransi yang kita jelaskan di atas kami memperkirakan akan mendapatkan klien 10 persen dari database yang kita lampirkan ini. Perkiraan premi dan polis yang kelompok kita akan dapatkan, akan diusahakan untuk mencapai target yang ditentukan.

Senin, 04 Agustus 2008

Profil Perusahaan BRINGINLIFE

VISI
Menjadi perusahaan asuransi jiwa yang terkemuka Di Indonesia
MISI
Melaksanakan bisnis asuransi jiwa secara professional di Indonesia.
Memberikan pelayanan prima kepada Nasabah dan Pemegang Saham melalui jaringan kerja yang luas.
Memberikan keuntungan Pemegang Saham dan meningkatkan kesejahteraan pegawai.

Nilai-nilai Kebudayaan

INTEGRITAS
Kami profesional asuransi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa senantiasa bersikap jujur, menjaga nama baik perusahaan dan mematuhi kode etik yang berlaku.
PROFESIONAL
Kami profesional asuransi yang bertanggung jawab dan berorientasi ke masa depan untuk menjaga pertumbuhan usaha yang sehat dan berkesinambungan .
INOVATIF
Kami selalu berusaha memenuhi kepuasan nasabah melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan produk, teknologi unggul dan sumber daya manusia yang trampil dan ramah.
KEMITRAAN
Kami profesionalisme asuransi sebagai bagian dari perusahaan selalu mengembangkan sikap kerjasama dan kemitraan yang menciptakan sinergi untuk kepentingan kemajuan perusahaan.
KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
Kami menghargai sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan, karena itu kami selalu merekrut, mengembangkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas serta berusaha menjadi teladan.

Jumat, 01 Agustus 2008

Danasiswa BRINGINLIFE


BRINGIN DANASISWA merupakan program asuransi yang menjamin kelangsungan bagi putra-putri anda tercinta.

BRINGIN DANASISWA memberikan kesempatan besar bagi putra-putri anda tercinta untuk meraih cita-cita yang didambakannya, karena program ini memberikan beasiswa bagi mereka sejak usia masuk sekolah dasar hingga tingkat kesarjanaan.

Begitu besar manfaat yang akan putra-putri Anda terima.
Termasuk juga perlindungan asuransi untuk Anda sendiri.
3 Manfaat utama BRINGIN DANASISWA
1. Pemberian manfaat danasiswa disesuaikan dengan usia anak saat mengikuti program asuransi
Umur anak saat masuk (tahun)
Danasiswa yang diterima *
6 thn
12 thn
15 thn
18 thn

1-4
10% UP
20% UP
30% UP
Jumbo benefit **

5-10
-
20% UP
30% UP
Jumbo benefit

11-13
-
-
30% UP
Jumbo benefit

14-15
-
-
-
Jumbo benefit

*) Saat usia polis
**) JUMBO BENEFIT

Danasiswa dalam jumlah besar diberikan kepada putra-putri yang berusia 18 tahun. Anda bebas memilihkan cara pembayaran manfaat yang paling sesuai untuk keluarga anda dengan alternatif pilihan.

Alternatif A
Dibayar secara sekaligus 150% UP.

Alternatif B
Dibayar sekaligus 100%UP.
Dibayar sekaligus setiap tahun selama 5 tahun.
Plus Asuransi Jiwa dan Kecelakaan Diri.

Perlindungan Asuransi Jiwa
A. Meninggal dunia
Akibat sakit, diberikan manfaat sebesar 100% UP
Akibat kecelakaan, diberikan manfaat 200% JUP

B. Cacat tetap
Kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total diberikan manfaat sebesar 100 % UP
Kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap sebagian diberikan manfaat sebesar persentase tertentu sesuai dengan cacat yang diderita.

2. Apabila tertanggung mengalami musibah meninggal dunia dalam masa asuransi maka kepada ahli waris akan diberikan santunan sebesar 100% UP, Danasiswa bertahap akan tetap diperoleh hingga putra-putri berusia 18 tahun bahkan lebih. Sejak terjadi musibah terhadap diri tertanggung, Polis menjadi bebas premi.

3. Apabila yang ditunjuk meninggal dunia, maka manfaat Danasiswa dapat dialihkan ke ahli waris yang lainnya.

asuransi

Sekarang dunia asuransi semakin berkembang karena semakin banyaknya asuransi yang menawarkan keuntungan ganda seperti pensiun, tabungan, dan lainnya. Tetapi kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi masih kurang merata dikarenakan banyak masyarakat menengah yang notabennya sangat membutuhkan asuransi masih ragu karena belum mengetahui apa itu asuransi dan apa keuntungan yang kita dapat bila memiliki asuransi. Informasi tentang asuransi masih belum tercapai kesasarannya dan dilihat dari segi pemasarannya kebanyakan perusahaan asuransi memakai distribusi agency. Strategi dengan distribusi agency sudah cukup berhasil tetapi penyebaran agen masih kurang merata. Salah satu cara lain adalah direct marketing, strategi ini juga tidak bisa mencapai target dan boros biaya karena memerlukan banyak pegawai yang tentu saja meningkatkan biaya operasional. Kenapa tidak perusahaan asuransi memakai advertising marketing yang menurut kami lebih efektif.