Selasa, 05 Agustus 2008

Essay Insurance Competition

Perkembangan Asuransi di Indonesia

Dalam perekonomian Indonesia yang saat ini sedang bergejolak, tentu saja jelas menimbulkan ketidakpastian atau resiko dimana saja terutama resiko yang berada di barang, uang, dan orang. Seperti ilmu ekonomi yang merupakan ilmu tentang usaha menciptakan kesejahteraan manusia, Maka pertanggungan atau langkah preventif dalam mempertahankan kesejahteraan itu sangat diperlukan saat ini. Maka dari itu keberadaan Asuransi di Indonesia sebagai media pertanggungan dalam menghindari resiko harus lebih diperhatikan lagi.
Kehidupan manusia yang semakin maju, membuat manusia saat ini lebih berpikir kritis dalam menghadapi dan mempersiapkan masa depannya serta mengurangi resiko hidup dan barang-barang yang dimiliknya. Banyak pertanyaan akan kehidupan manusia di masa datang, apakah masa tua mereka sudah terjamin, apakah anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang terbaik, apakah property/barang-barang yang dimiliknya dapat menjadi sebuah asset yang bernilai. Pertanyaan-pertanyaan itu memuncak disaat ketidakpastian ekonomi menjadi suatu masalah global, inflasi yang tidak terkendali, kriminalitas yang terus merajalela, atau bencana alam yang semakin sering terjadi saat ini. Maka manusia mencari suatu jawaban akan kepastian ekonomi mereka di masa depan dengan melihat ketidakpastian ekonomi yang mereka alami saat ini. Dan asuransi lah menjadi jawabannya.
Asuransi adalah media dimana terjadi pengalihan resiko dari tertanggung kepada penanggung dengan disertai pembayaran premi (harga untuk pertanggungan). Dengan memiliki asuransi, seseorang telah mengalihkan resiko yang mungkin dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar menjadi kerugian yang minimum. Contohnya: Tuan A mengasuransikan mobilnya dengan membayar premi Rp 100.000 per bulan, ternyata di kemudian hari mobil Tuan A mendapat kecelakaan yang mengakibatkan beberapa bagian mobil itu harus diganti dan kira-kira menghabiskan dana Rp 35.000.000. Tentu saja itu merupakan kerugian yang cukup besar, tetapi karena Tuan A memiliki asuransi yang harus dia bayar hanya Rp 100.000 (sebagai harga untuk pertanggungan/premi) dan selebihnya asuransi yang menghandle pembayaran service mobil itu.
Asuransi saat ini tidak hanya berkutat pada asuransi jiwa/kecelakaan saja. Tetapi perusahaan-perusahaan asuransi telah mengembangkan berbagai produk asuransi sesuai dengan kebutuhan akan jaminan financial seseorang yang berbeda-beda. Diantaranya adalah asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi hari tua/pensiun, asuransi Dwi Guna, asuransi plus investasi, asuransi plus reksadana, asuransi kendaraan bermotor, asuransi bencana alam, asuransi kebakaran, dan yang berkembang saat ini asuransi kebanjiran. Walaupun sudah banyak produk-produk asuransi ini, ternyata belum terlalu memenuhi kebutuhan masyarakat akan resiko-resiko yang mungkin dihadapi. Asuransi harus lebih mengembangkan produk-produk yang lebih inovatif dan mendekatkan diri kepada masyarakat agar asuransi dapat lebih berkembang karena merupakan salah satu aspek utama dalam perekonomian Indonesia.

Asuransi berkembang cukup pesat di Indonesia, terbukti dari banyaknya perusahaan asuransi dalam maupun luar negeri yang bersaing di pasar. Tetapi sampai saat ini animo masyarakat terhadap asuransi masih hanya sekitar 40%-55% saja orang yang memiliki asuransi dari total masyarakat Indonesia. Tentu saja ini masih merupakan pangsa pasar yang luas yang perlu didorong peningkatan kepemilikan asuransi karena selain sebagai jaminan masa depan akan resiko ketidakpastian ekonomi, asuransi juga berperan aktif dalam mendorong roda perekonomian Indonesia.
Kenapa Asuransi dapat mendorong roda perekonomian Indonesia? Jawabannya karena perkonomian Indonesia mempunyai tiga pilar ekonomi nasional yang terdiri dari perbankan, pasar modal, dan asuransi. Tetapi saat ini hanya perbankan dan pasar modal yang menjadi tulang punggung ekonomi. Padahal dana-dana di perbankan dan pasar modal tidak dapat digunakan untuk pembiayaan infrastruktur pemerintah dalam jangka panjang, dana-dana itu hanya dapat digunakan untuk pembiayaan jangka pendek. Sehingga pemerintah pun tidak akan sanggup menangani pembiayaan infrastruktur apalagi menambah infrastruktur-infrastruktur pembangunan untuk negara ini. Maka dengan adanya asuransi sebagai sumber pembiayaan jangka panjang, seharusnya lebih dapat diandalkan dalam pembiayaan infrastruktur pemerintah. Antara ketiga pilar ekonomi ini sebenarnya mempunyai sindikasi mutualisme yang sangat dekat dimana dana-dana yang dihimpun oleh asuransi melalui pembayaran premi dapat ditempatkan pada berbagai produk investasi di pasar uang dan pasar modal, dengan pembelian produk investasi oleh perusahaan asuransi secara tidak langung merupakan bentuk partisipasi dalam menyediakan dana sebagai penggerak roda perekonomian tidak hanya dalam skala mikro tetapi juga skala makro.
Saat ini tingkat pertumbuhan kepemilikan asuransi di Indonesia pertahun hanya sekitar 3%. Berarti ini menunjukkan indikasi masyarakat belum percaya ataupun belum sadar pada pentingnya kepemilikan asuransi dan juga adanya ketimpangan perkembangan sektor riil yang semakin terpuruk dan sektor keuangan yang menjadi andalan. Masalah apakah yang terjadi pada dunia perasuransian Indonesia saat ini? Nampaknya salah satu jawabannya adalah mahalnya pembayaran premi asuransi karena orang-orang umumnya lebih mementingkan makan dan kebutuhan hariannya daripada bayar premi, ada lagi masalah karena agen-agen asuransi tidak profesional atau meninggalkan pelanggan setelah membayar premi, susahnya mencairkan claim asuransi (claim banyak ditolak) sehingga para pemegang polis merasa kecewa, Produk-produk asuransi yang kurang inovatif dan sulit dimengeri para klien, jarangnya iklan dan edukasi tentang asuransi sehingga masyarakat memandang sebelah mata akan keberadaan asuransi, asuransi Indonesia lebih mementingkan orang-orang kaya saja (middle up) sehingga pasar yang harusnya dapat diraih terabaikan. Pemerintah sampai saat ini terlihat berdiam diri menambah tidak adanya perkembangan asuransi. Dari data diatas ternyata banyak juga masalah-masalah di dalam persuransian di Indonesia dan harus dicarikan jalan keluarnya agar industri asuransi dapat lebih maju.
Bagaimana cara memajukan industri di Indonesia?! Hal pertama yang harus diperhatikan adalah aspek-aspek dalam masyarakat seperti kebiasaan dan pola hidup masyarakat itu sendiri. Saat ini masyarakat Indonesia lebih condong memilih investasi daripada asuransi karena memberikan keuntungan yang lebih nyata. Dan untuk merubah pola pikiran seperti tentu tidak mudah atau dapat dilakukan dalam waktu singkat. Tetapi itu tentu saja dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:
1. Perusahaan asuransi harus mengadakan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan berbagai bidang terutama perusahaan yang mempunyai resiko yang sangat besar
2. Perusahaan asuransi harus mengeluarkan produk-produk yang inovatif yang cocok untuk semua kalangan bukan untuk kalangan atas saja sehingga pangsa pasar asuransi dapat menjangkau semua kalangan
3. Melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya asuransi
4. Memperbanyak iklan di berbagai media cetak maupun elektronik
5. Ikut serta dalam mendukung berbagai acara baik untuk kalangan swasta, pemerintah, maupun anak muda sehingga asuransi dapat mendekatkan diri di hati setiap kalangan
6. Mendidik sumber daya manusia yang berkualitas dalam menjalankan bisnis asuransi
7. Bekerjasama dengan pemerintah dalam mengkampanyekan bahwa asuransi itu penting, mudah, dan ringan untuk dimiliki
Dan berbagai cara lain yang dapat ditempuh dalam mengembangkan dan memajukan industri asuransi di Indonesia. Yang tentu saja akan lebih dijabarkan dalam beberapa rancangan strategi pemasaran polis asuransi.
Dengan berbagai strategi pemasaran yang tepat, kesabaran, kerjasama yang baik dengan para mitra, kerja keras yang tidak kenal lelah akan membuat masyarakat lebih menyadari akan pentingnya memiliki asuransi terutama untuk dirinya sendiri, dan dapat membuktikan bahwa memiliki asuransi bukan untuk merugikan seseorang tetapi memberikan keuntungan yang sama besarnya dengan memiliki investasi. Sehingga akan tercipta keseimbangan antara sektor riil dan sektor keuangan bagi negara ini.
Apabila semua masyarakat telah menyadari pentingnnya asuransi minimal 80% dari total penduduk di Indonesia, tentu saja akan membuat roda perekonomian Indonesia akan terus berjalan, pembiayaan infrastruktur negara menjadi terjamin, pasar uang dan pasar modal di Indonesia mendapat sokongan dana yang kuat, dan akan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera karena perencanaan masa depan yang baik. Sehingga hasil akhirnya Indonesia akan menjadi negara yang kuat dalam perekonomian, tidak terlilit hutang lagi, dan memiliki rakyat yang sejahtera dengan kehidupan yang lebih baik.

Tidak ada komentar: